Ringkasan aktivitas redaksi Petang Republik hari ini.
Buka antrean →
0Berita terbit
0Video terbit
0Galeri terbit
0Opini terbit
0Total dilihat
Komposisi Konten
Kategori Teratas dari konten terbaru
Konten Terbaru
Paling Banyak Dilihat dari konten terbaru
Optimalkan Gambar & Database
Memindahkan foto lama (yang tersimpan sebagai teks di database) menjadi berkas ringan, supaya situs tetap cepat walau artikel sudah puluhan ribu. Aman dijalankan berulang; jika terhenti, klik lagi untuk melanjutkan.
Belum dijalankan.
Aksi Cepat
Tulis Berita / Karya
Untuk puisi: tekan Shift+Enter untuk pindah baris dalam satu bait, Enter untuk bait baru. Pilih kategori "Puisi & Sastra" agar tampil rata tengah.
0 kata
Kirim Video
Kelola Opini & Editorial Beranda
Berita yang Sudah Terbit
Video yang Sudah Terbit
Kirim Galeri Foto
0 / 12 foto
Galeri yang Sudah Terbit
Profil Admin
Foto tampil di panel admin dan di kartu penulis artikel jika nama penulis sama dengan nama tampil ini.
Antrean Verifikasi Tulisan
Tulisan dari penulis masuk ke sini dan tidak terbit otomatis. Editor menyunting dan memverifikasi, lalu admin menetapkan layak atau tidak layak terbit dan memberi tahu penulis.
Tinjau Tulisan
Beri tahu penulis
Susunan Redaksi
Ubah nama, jabatan, bio, dan foto. Susunan ini tampil sebagai slide di halaman Redaksi. Anggota yang namanya kosong tidak ditampilkan.
Daftar Opini & Editorial Terbit
Gen Z Peduli Kesehatan Mental Bukan Berarti Kurang Bersyukur
Kesehatan - Farel Gading Hartono -
Foto: Ilustrasi Gambar (Sumber: SC:Pngtree )
Pernah
merasa lelah secara emosional, sulit tidur karena memikirkan banyak hal, atau
tetap merasa tertinggal meskipun sudah berusaha keras (overwhelmed)? Di tengah
tugas kuliah, tuntutan keluarga, pertemanan, dan gengsi media sosial,
pengalaman seperti ini cukup dekat dengan kehidupan anak muda terutama gen Z.
Namun, ketika seseorang bercerita sedang kewalahan, respons seperti “kamu
kurang bersyukur” atau “jangan terlalu dipikirkan” masih sering muncul.
Padahal, kesehatan mental bukan sekadar soal kuat atau lemah menghadapi
masalah.
Kesehatan
mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Sama seperti
kesehatan fisik, kondisi psikologis perlu diperhatikan dan dirawat. Seseorang
tidak harus menunggu sampai mengalami masalah berat untuk mulai peduli pada
kesehatan mentalnya.
Ketika
Pikiran dan Perasaan Mulai Kewalahan
Menurut
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), kesehatan
mental adalah kondisi kesejahteraan yang membantu seseorang menghadapi tekanan
hidup, mengembangkan kemampuan, belajar atau bekerja dengan baik, serta
berkontribusi kepada lingkungannya. Kesehatan mental bukan berarti seseorang
harus selalu bahagia. Merasa sedih, cemas, kecewa, atau marah merupakan bagian
normal dari kehidupan.
Hal
yang perlu diperhatikan adalah ketika perasaan tersebut berlangsung
terus-menerus, terasa sangat berat, atau mulai mengganggu aktivitas
sehari-hari. Misalnya, seseorang menjadi sulit tidur, kehilangan minat terhadap
kegiatan yang biasanya disukai, sulit berkonsentrasi saat kuliah, atau mulai
menarik diri dari lingkungan sosial.
Masalah
kesehatan mental juga tidak selalu terlihat dari luar. Justru malahan seseorang
yang aktif bercanda di kelas atau rajin mengunggah cerita di media sosial bisa
saja sedang mengalami kesulitan maupun kesedihan yang mereka tidak bisa
ungkapkan. Karena itu, kita tidak sebaiknya menilai kondisi seseorang hanya
berdasarkan penampilannya.
Mengalami
masalah mental juga bukan tanda kurang iman, kurang bersyukur, atau kurang
berusaha. Kondisi kesehatan mental dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai
dari tekanan lingkungan, pengalaman traumatis, masalah sosial-ekonomi, konflik
hubungan, hingga faktor biologis. Oleh karena itu, seseorang yang sedang
mengalami kesulitan mental membutuhkan dukungan, bukan penghakiman.
Data
yang Perlu Membuat Kita Peduli
Masalah
kesehatan mental bukan persoalan yang jauh dari kehidupan remaja Indonesia.
Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) yang
dipublikasikan pada 2022 melaporkan bahwa sekitar 34,9% remaja Indonesia
berusia 10–17 tahun mengalami setidaknya satu masalah kesehatan mental dalam 12
bulan terakhir. Sekitar 5,5% remaja memenuhi kriteria gangguan mental
berdasarkan penelitian tersebut (Center for Reproductive Health et al., 2022).
Data
ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental cukup umum terjadi. Namun,
penting untuk membedakan masalah kesehatan mental dengan gangguan mental yang
telah memenuhi kriteria diagnosis. Tidak semua orang yang merasa sedih atau
cemas berarti memiliki gangguan mental tertentu.
Penelitian
lintas negara yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada 2024 juga membahas
prevalensi gangguan mental pada remaja di Indonesia, Kenya, dan Vietnam.
Penelitian tersebut menegaskan pentingnya memperkuat layanan kesehatan mental
bagi kelompok usia muda (Erskine et al., 2024).
Secara
global, WHO memperkirakan bahwa satu dari tujuh orang berusia 10–19 tahun
mengalami kondisi kesehatan mental. Kecemasan dan depresi termasuk masalah yang
penting diperhatikan pada kelompok usia ini (WHO, 2025).
Angka-angka
tersebut bukan alasan untuk memberi label kepada semua anak muda, melainkan
pengingat bahwa dukungan dan akses bantuan perlu tersedia. Semakin dini
seseorang memperoleh dukungan yang sesuai, semakin besar kesempatan untuk
menangani masalah sebelum semakin mengganggu kehidupannya.
Mengapa
Gen Z Rentan Mengalami Tekanan Mental?
Masa
remaja akhir hingga dewasa muda merupakan periode perubahan besar. Mahasiswa,
misalnya, mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mengatur keuangan dan
waktu, menghadapi ujian, serta memikirkan masa depan. Tekanan akademik dapat
bertambah ketika seseorang merasa harus selalu berprestasi atau takut
mengecewakan orang lain.
Media
sosial juga dapat menjadi ruang untuk terhubung, belajar, dan mencari dukungan.
Namun, penggunaan yang tidak seimbang dapat memperkuat kebiasaan membandingkan
diri dengan kehidupan orang lain yang tampak sempurna. Melihat teman
mendapatkan prestasi, berlibur, atau mencapai sesuatu terkadang membuat
seseorang merasa dirinya tertinggal, padahal unggahan media sosial tidak selalu
menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang.
Selain
itu, perundungan, kesepian, konflik keluarga, diskriminasi, dan kurang tidur
dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. WHO menekankan bahwa kebiasaan
tidur yang sehat, aktivitas fisik, kemampuan mengelola emosi, hubungan sosial
yang suportif, serta lingkungan yang aman merupakan bagian penting dari
perlindungan kesehatan mental (WHO, 2025).
Meski
demikian, tidak ada satu penyebab yang berlaku untuk semua orang. Dua orang
yang menghadapi situasi serupa dapat memberikan respons berbeda. Karena itu,
kita perlu menghindari anggapan bahwa seseorang pasti mengalami gangguan mental
hanya karena sedang sedih atau menarik diri. Penentuan diagnosis perlu
dilakukan oleh tenaga profesional yang kompeten.
Langkah
Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Mental
Menjaga
kesehatan mental tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Ada beberapa
langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama,
jaga kebutuhan dasar tubuh. Usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur, makan
dengan cukup, dan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Berjalan kaki,
bersepeda, atau melakukan peregangan dapat menjadi awal yang realistis.
Kesehatan fisik dan mental saling berkaitan, sehingga menjaga tubuh juga
menjadi bagian dari merawat kesejahteraan psikologis.
Kedua,
kelola beban aktivitas. Tugas kuliah yang menumpuk dapat terasa lebih berat
ketika semuanya dipikirkan sekaligus. Cobalah membagi pekerjaan menjadi
beberapa langkah kecil, menentukan prioritas, dan menyediakan waktu istirahat.
Tidak semua hal harus selesai secara bersamaan, dan meminta bantuan ketika
kewalahan bukan berarti tidak mampu.
Ketiga,
gunakan media sosial secara lebih sehat. Batasi waktu penggunaan jika mulai
mengganggu tidur, belajar, atau hubungan dengan orang lain. Kamu juga dapat
berhenti mengikuti akun yang membuatmu terus membandingkan diri secara negatif.
Ingatlah bahwa setiap orang memiliki proses dan kondisi kehidupan yang berbeda.
Keempat,
jangan memendam masalah sendirian. Berbicara dengan teman tepercaya, anggota
keluarga, dosen wali, atau konselor dapat membantu seseorang merasa didengar.
Jika ada teman yang bercerita tentang masalahnya, cobalah mendengarkan tanpa
menghakimi. Hindari langsung mengatakan bahwa masalahnya sepele atau
menyuruhnya sekadar berpikir positif. Tanyakan apa yang ia butuhkan dan
dukungan seperti apa yang dapat kamu berikan.
Kelima,
cari bantuan profesional ketika diperlukan. Jika keluhan berlangsung
terus-menerus, semakin berat, atau mengganggu tidur, makan, perkuliahan,
pekerjaan, maupun hubungan sosial, pertimbangkan untuk berkonsultasi. Psikolog
dapat membantu melalui asesmen dan intervensi psikologis, sedangkan psikiater
adalah dokter spesialis yang dapat menilai kondisi kesehatan jiwa dan
memberikan penanganan medis apabila diperlukan. Bantuan juga dapat dicari
melalui puskesmas, rumah sakit, klinik, atau layanan konseling kampus yang
tersedia.
Jika
seseorang mengungkapkan keinginan untuk menyakiti diri atau merasa tidak aman,
tanggapi dengan serius. Temani orang tersebut, libatkan orang tepercaya, dan
segera cari pertolongan profesional atau layanan gawat darurat setempat. Jangan
membiarkannya menghadapi situasi berbahaya seorang diri.
Mulai
mendukung
Kesehatan
mental bukan tren sesaat dan bukan pula urusan individu semata. Keluarga,
kampus, tempat kerja, dan komunitas perlu menciptakan lingkungan yang membuat
orang berani mencari pertolongan tanpa takut dicap lemah. Edukasi kesehatan
mental juga perlu diperkuat agar masyarakat dapat membedakan informasi yang
berbasis bukti dari mitos atau klaim yang menyesatkan.
Kita
tidak harus selalu memiliki jawaban untuk membantu seseorang. Terkadang,
mendengarkan dengan tulus, menemani mencari bantuan, dan tidak meremehkan
perasaannya sudah sangat berarti.
Mulailah
dari diri sendiri dengan memperhatikan kondisi emosional, menjaga rutinitas
yang sehat, dan berani bercerita ketika membutuhkan dukungan. Bagi Gen Z,
peduli terhadap kesehatan mental bukan berarti menghindari semua masalah,
melainkan belajar menghadapi masalah dengan cara yang sehat dan dukungan yang
tepat.
Jangan
menunggu sampai benar-benar merasa tidak sanggup untuk mulai mencari bantuan.
Merawat kesehatan mental adalah bagian dari merawat diri, dan meminta
pertolongan merupakan langkah berani, bukan tanda kelemahan.
2.
Erskine, H. E., et al. (2024). Prevalence of adolescent mental disorders in
Kenya, Indonesia, and Viet Nam measured by the National Adolescent Mental
Health Surveys (NAMHS): A multi-national cross-sectional study. The Lancet,
403(10437), 1671–1680. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(23)02641-7
Farel Gading HartonoMahasiswa Universitas Airlangga
BREAKING NEWSInvestigasi gabungan diperluas pasca penahanan di kawasan perbatasan strategis.
KONTRATERORISME
Polisi Inggris menangkap tersangka 'penting' di dekat pangkalan udara AS, kunci perang melawan Iran.
Kepolisian Gloucestershire menyatakan insiden besar ketika tim penjinak bahan peledak Angkatan Darat memeriksa kendaraan di dekat pangkalan... (Klik untuk membaca lengkap)
Evaluasi Protokol Pengamanan Wilayah dan Perimeter Fasilitas Vital
Analisis mendalam mengenai kesiapsiagaan operasional aparat pengamanan kawasan.
Pertemuan Tingkat Tinggi Bahas Kebijakan Pengawasan Koridor
Alokasi penanganan potensi ancaman lintas wilayah mulai dirumuskan.
Geopolitik Migas: Negosiasi Koridor Pasokan Alternatif Menjelang Kuartal Baru
Kondisi jalur maritim mendorong sejumlah negara mempercepat diversifikasi rute impor energi nasional.
Audit Infrastruktur Kritis Diperketat Pasca Anomali Jaringan Radar Udara
Kementerian Pertahanan memperbarui sertifikasi proteksi data seluruh simpul kendali lalu lintas udara.
Pilihan Redaksi & Analisis
Anatomi Kerentanan Wilayah Udara: Bagaimana Pangkalan Militer Menghadapi Spionase Modern
Laporan investigasi mendalam mengulas metode pengawasan berteknologi baru, strategi perimeter, serta risiko instabilitas di kawasan transit penting.
GLOUCESTERSHIRE — Kepolisian setempat telah menahan seorang tersangka kunci di dekat pangkalan militer yang kerap dimanfaatkan bersama oleh armada Amerika Serikat dan Inggris[span_9](start_span)[span_9](end_span). Penahanan ini menyusul laporan aktivitas mencurigakan yang terdeteksi di sekitar perimeter pengamanan[span_10](start_span)[span_10](end_span).
Saksi mata melaporkan bahwa sejumlah kendaraan patroli bersenjata lengkap diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 05.00 waktu setempat, disertai penutupan jalan-jalan arteri yang mengarah ke pintu gerbang fasilitas penerbangan tersebut[span_11](start_span)[span_11](end_span).
Pangkalan udara ini diketahui memiliki peran strategis dalam rantai logistik dan operasi udara lintas kawasan di Timur Tengah[span_12](start_span)[span_12](end_span). Menanggapi perkembangan tersebut, pihak berwenang menegaskan bahwa investigasi intensif tengah dilakukan[span_13](start_span)[span_13](end_span).
Anders Hagstrom
Koresponden Pertahanan & Investigasi Petang Republik