Ringkasan aktivitas redaksi Petang Republik hari ini.
Buka antrean →
0Berita terbit
0Video terbit
0Galeri terbit
0Opini terbit
0Total dilihat
Komposisi Konten
Kategori Teratas dari konten terbaru
Konten Terbaru
Paling Banyak Dilihat dari konten terbaru
Optimalkan Gambar & Database
Memindahkan foto lama (yang tersimpan sebagai teks di database) menjadi berkas ringan, supaya situs tetap cepat walau artikel sudah puluhan ribu. Aman dijalankan berulang; jika terhenti, klik lagi untuk melanjutkan.
Belum dijalankan.
Aksi Cepat
Tulis Berita / Karya
Untuk puisi: tekan Shift+Enter untuk pindah baris dalam satu bait, Enter untuk bait baru. Pilih kategori "Puisi & Sastra" agar tampil rata tengah.
0 kata
Kirim Video
Kelola Opini & Editorial Beranda
Berita yang Sudah Terbit
Video yang Sudah Terbit
Kirim Galeri Foto
0 / 12 foto
Galeri yang Sudah Terbit
Profil Admin
Foto tampil di panel admin dan di kartu penulis artikel jika nama penulis sama dengan nama tampil ini.
Antrean Verifikasi Tulisan
Tulisan dari penulis masuk ke sini dan tidak terbit otomatis. Editor menyunting dan memverifikasi, lalu admin menetapkan layak atau tidak layak terbit dan memberi tahu penulis.
Tinjau Tulisan
Beri tahu penulis
Susunan Redaksi
Ubah nama, jabatan, bio, dan foto. Susunan ini tampil sebagai slide di halaman Redaksi. Anggota yang namanya kosong tidak ditampilkan.
Daftar Opini & Editorial Terbit
Audit Internal Jangan Berhenti pada Laporan: Rekomendasi Harus Menghasilkan Perubahan
Ekonomi & Bisnis - ¹ Irda Agustin Kustiwi, ²Janu Adi Mulya, ³Tri Abdi Wicaksono, ⁴Ulfa. -
Foto: Ilustrasi Gambar (Sumber: https://share.google/tBABpothXm1rVq69h )
Dalam sebuah organisasi, laporan
audit sering dianggap sebagai tanda bahwa proses pengawasan telah selesai.
Auditor melakukan pemeriksaan, menyusun temuan, menyampaikan rekomendasi, lalu
laporan diserahkan kepada manajemen. Namun, ada pertanyaan yang tidak kalah
penting: setelah laporan diterima, apakah masalah yang ditemukan benar-benar
diperbaiki?
Menurut kami, keberhasilan audit
internal tidak cukup dinilai dari banyaknya pemeriksaan yang dilakukan atau
tebalnya laporan yang dihasilkan. Audit baru memberikan manfaat ketika
temuannya mendorong perubahan nyata. Jika kelemahan yang sama terus muncul,
organisasi perlu mengevaluasi bukan hanya proses operasionalnya, tetapi juga
cara mereka menindaklanjuti hasil pengawasan.
Bayangkan sebuah perusahaan yang
berkali-kali menemukan dokumen pembayaran tidak lengkap. Setiap kali
pemeriksaan dilakukan, masalah tersebut kembali dicatat dalam laporan.
Manajemen kemudian mengingatkan pegawai agar lebih teliti, tetapi tidak
mengevaluasi mengapa dokumen itu terus terlewat. Jika penyebabnya adalah alur
persetujuan yang tidak jelas, pembagian tanggung jawab yang tumpang tindih,
atau sistem yang tidak mewajibkan dokumen tertentu sebelum pembayaran diproses,
himbauan untuk lebih teliti tidak akan cukup. Masalah mungkin mereda untuk
sementara, tetapi berpotensi terulang karena penyebab utamanya belum
diselesaikan.
Di sinilah peran auditor
internal menjadi penting. Auditor tidak seharusnya berhenti pada pencatatan
kesalahan. Mereka perlu menelusuri penyebabnya, menilai risiko yang
ditimbulkan, dan memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi organisasi.
Rekomendasi yang baik bukan sekadar menyuruh pegawai bekerja lebih hati-hati,
melainkan membantu memperbaiki proses agar kesalahan yang sama lebih sulit
terjadi.
Pentingnya tindak lanjut juga
terlihat dalam pemeriksaan pengelolaan keuangan negara. Dalam publikasi
mengenai tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan, Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK) melaporkan bahwa per 30 Juni 2024, dari 741.146 rekomendasi pemeriksaan
yang disampaikan untuk periode 2005 hingga Semester I 2024, sebanyak 578.741
rekomendasi atau sekitar 78% telah ditindaklanjuti sesuai rekomendasi. Sebagian
rekomendasi lainnya masih belum sesuai, belum ditindaklanjuti, atau tidak dapat
ditindaklanjuti.
Data tersebut berkaitan dengan
hasil pemeriksaan BPK, bukan secara khusus mengukur kinerja auditor internal.
Meski demikian, data ini memberikan gambaran bahwa menyampaikan rekomendasi dan
memastikan rekomendasi terlaksana merupakan dua pekerjaan yang berbeda. Hasil
pemeriksaan tidak otomatis menghasilkan perbaikan hanya karena laporan telah
diterbitkan. Dalam organisasi, temuan yang sudah disampaikan perlu
diterjemahkan menjadi tindakan yang jelas, dengan penanggung jawab, batas
waktu, dan ukuran keberhasilan yang dapat diperiksa.
Tindak lanjut audit juga bukan
tanggung jawab auditor seorang diri. Auditor bertugas menilai, menyampaikan
temuan berdasarkan bukti, memberikan rekomendasi, serta memantau apakah
tindakan perbaikan telah dilaksanakan. Sementara itu, manajemen tetap bertanggung
jawab mengambil keputusan dan memperbaiki proses yang berada di bawah
kewenangannya. Karena itu, organisasi perlu memiliki mekanisme tindak lanjut
yang jelas. Setiap rekomendasi sebaiknya disertai penanggung jawab dan tenggat
waktu yang realistis. Perkembangannya perlu dipantau secara berkala, sedangkan
keterlambatan atau keputusan untuk tidak melaksanakan rekomendasi harus
memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hal lain yang tidak boleh
diabaikan adalah pengujian atas hasil perbaikan. Misalnya, apabila perusahaan
menyatakan bahwa kelemahan pengendalian pembayaran sudah diperbaiki, auditor
perlu memastikan bahwa prosedur baru benar-benar dijalankan dan mampu mengurangi
risiko. Dokumen kebijakan yang baru saja diterbitkan belum tentu membuktikan
bahwa pengendalian telah berjalan efektif. Dengan demikian, audit internal
membutuhkan kerja sama antara auditor dan manajemen. Auditor harus berani
menyampaikan temuan secara objektif, sedangkan manajemen harus terbuka terhadap
evaluasi dan bersedia memperbaiki kekurangan.
Menurut kami, organisasi juga
perlu membangun budaya yang tidak langsung memandang temuan audit sebagai
serangan terhadap bagian tertentu. Temuan memang dapat menunjukkan adanya
kekurangan, tetapi tujuan utamanya adalah membantu organisasi memahami risiko
dan memperbaiki proses kerja. Hal ini bukan berarti auditor harus menghindari
temuan yang sensitif atau melunakkan kesimpulan. Auditor tetap harus independen
dan objektif. Namun, penyampaian temuan perlu didukung bukti yang jelas,
penjelasan mengenai dampak risiko, serta rekomendasi yang dapat diterapkan.
Dengan demikian, pembahasan hasil audit dapat berfokus pada penyelesaian
masalah, bukan hanya perdebatan mengenai siapa yang harus disalahkan.
Dalam konteks Indonesia,
tanggung jawab auditor internal juga dapat dikaitkan dengan nilai patriotisme.
Patriotisme tidak hanya diwujudkan melalui simbol, upacara, atau tindakan besar
untuk negara. Nilai ini juga dapat tercermin dalam kesediaan menjalankan
tanggung jawab dengan jujur, menjaga amanah, dan mengutamakan kepentingan
bersama. Ketika auditor internal berani menyampaikan temuan berdasarkan bukti,
menjaga objektivitas, dan mendorong perbaikan, mereka turut membantu menjaga
kepercayaan terhadap organisasi. Sikap tersebut menunjukkan bahwa tanggung
jawab profesional bukan sekadar kewajiban dalam pekerjaan, tetapi juga bentuk
kepedulian terhadap dampak keputusan organisasi bagi orang lain.
Hal ini semakin penting bagi
organisasi yang mengelola uang negara, memberikan pelayanan publik, atau
menggunakan sumber daya yang manfaatnya berkaitan dengan masyarakat luas.
Pengawasan yang bertanggung jawab dapat membantu mengurangi pemborosan, memperkuat
akuntabilitas, dan memastikan sumber daya digunakan sebagaimana mestinya.
Sumber daya yang dikelola dengan baik pada akhirnya dapat mendukung pelayanan
dan kesejahteraan masyarakat.
Patriotisme dalam pekerjaan juga
bukan berarti membenarkan semua tindakan organisasi atau menutupi kekurangannya
demi menjaga nama baik. Justru sebaliknya, keberanian mengungkap kelemahan dan
kesediaan memperbaikinya merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap
kepentingan yang lebih besar. Menjaga integritas berarti berani mengutamakan
kebenaran, meskipun proses perbaikannya tidak selalu mudah atau menyenangkan
bagi pihak tertentu. Nilai ini relevan bukan hanya bagi auditor di instansi
pemerintah, tetapi juga bagi auditor internal di perusahaan swasta. Perusahaan
yang dikelola secara bertanggung jawab turut berperan dalam menjaga
kepercayaan, menciptakan kegiatan usaha yang sehat, dan memberikan manfaat bagi
masyarakat.
Audit internal yang efektif
bukan berarti organisasi tidak pernah melakukan kesalahan. Tidak ada sistem
pengendalian yang mampu menjamin bahwa seluruh risiko akan hilang. Namun,
organisasi seharusnya mampu belajar dari kelemahan yang ditemukan dan memperkecil
kemungkinan masalah serupa terulang. Karena itu, ukuran keberhasilan audit
perlu melampaui jumlah laporan atau temuan. Hal yang lebih penting adalah
apakah rekomendasi menjawab penyebab masalah, apakah tindakan perbaikan
benar-benar dilaksanakan, dan apakah risiko yang sebelumnya ditemukan dapat
dikendalikan dengan lebih baik.
Pada akhirnya, laporan audit
seharusnya menjadi awal dari perbaikan, bukan akhir dari proses pengawasan.
Organisasi tidak cukup hanya mengetahui apa yang salah. Mereka harus bersedia
memperbaiki penyebabnya dan memastikan bahwa perubahan tersebut benar-benar
berjalan. Bagi kami, audit internal yang dijalankan dengan integritas dan
ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh bukan hanya bermanfaat bagi organisasi.
Audit juga dapat menjadi salah satu bentuk patriotisme dalam kehidupan
profesional: menjaga amanah, melindungi sumber daya, dan memastikan tanggung
jawab dijalankan demi kepentingan bersama. Sebab, kecintaan terhadap bangsa
tidak hanya ditunjukkan melalui perkataan, tetapi juga melalui pekerjaan yang
jujur, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BREAKING NEWSInvestigasi gabungan diperluas pasca penahanan di kawasan perbatasan strategis.
KONTRATERORISME
Polisi Inggris menangkap tersangka 'penting' di dekat pangkalan udara AS, kunci perang melawan Iran.
Kepolisian Gloucestershire menyatakan insiden besar ketika tim penjinak bahan peledak Angkatan Darat memeriksa kendaraan di dekat pangkalan... (Klik untuk membaca lengkap)
Evaluasi Protokol Pengamanan Wilayah dan Perimeter Fasilitas Vital
Analisis mendalam mengenai kesiapsiagaan operasional aparat pengamanan kawasan.
Pertemuan Tingkat Tinggi Bahas Kebijakan Pengawasan Koridor
Alokasi penanganan potensi ancaman lintas wilayah mulai dirumuskan.
Geopolitik Migas: Negosiasi Koridor Pasokan Alternatif Menjelang Kuartal Baru
Kondisi jalur maritim mendorong sejumlah negara mempercepat diversifikasi rute impor energi nasional.
Audit Infrastruktur Kritis Diperketat Pasca Anomali Jaringan Radar Udara
Kementerian Pertahanan memperbarui sertifikasi proteksi data seluruh simpul kendali lalu lintas udara.
Pilihan Redaksi & Analisis
Anatomi Kerentanan Wilayah Udara: Bagaimana Pangkalan Militer Menghadapi Spionase Modern
Laporan investigasi mendalam mengulas metode pengawasan berteknologi baru, strategi perimeter, serta risiko instabilitas di kawasan transit penting.
GLOUCESTERSHIRE — Kepolisian setempat telah menahan seorang tersangka kunci di dekat pangkalan militer yang kerap dimanfaatkan bersama oleh armada Amerika Serikat dan Inggris[span_9](start_span)[span_9](end_span). Penahanan ini menyusul laporan aktivitas mencurigakan yang terdeteksi di sekitar perimeter pengamanan[span_10](start_span)[span_10](end_span).
Saksi mata melaporkan bahwa sejumlah kendaraan patroli bersenjata lengkap diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 05.00 waktu setempat, disertai penutupan jalan-jalan arteri yang mengarah ke pintu gerbang fasilitas penerbangan tersebut[span_11](start_span)[span_11](end_span).
Pangkalan udara ini diketahui memiliki peran strategis dalam rantai logistik dan operasi udara lintas kawasan di Timur Tengah[span_12](start_span)[span_12](end_span). Menanggapi perkembangan tersebut, pihak berwenang menegaskan bahwa investigasi intensif tengah dilakukan[span_13](start_span)[span_13](end_span).
Anders Hagstrom
Koresponden Pertahanan & Investigasi Petang Republik