Ringkasan aktivitas redaksi Petang Republik hari ini.
Buka antrean →
0Berita terbit
0Video terbit
0Galeri terbit
0Opini terbit
0Total dilihat
Komposisi Konten
Kategori Teratas dari konten terbaru
Konten Terbaru
Paling Banyak Dilihat dari konten terbaru
Optimalkan Gambar & Database
Memindahkan foto lama (yang tersimpan sebagai teks di database) menjadi berkas ringan, supaya situs tetap cepat walau artikel sudah puluhan ribu. Aman dijalankan berulang; jika terhenti, klik lagi untuk melanjutkan.
Belum dijalankan.
Aksi Cepat
Tulis Berita / Karya
Untuk puisi: tekan Shift+Enter untuk pindah baris dalam satu bait, Enter untuk bait baru. Pilih kategori "Puisi & Sastra" agar tampil rata tengah.
0 kata
Kirim Video
Kelola Opini & Editorial Beranda
Berita yang Sudah Terbit
Video yang Sudah Terbit
Kirim Galeri Foto
0 / 12 foto
Galeri yang Sudah Terbit
Profil Admin
Foto tampil di panel admin dan di kartu penulis artikel jika nama penulis sama dengan nama tampil ini.
Antrean Verifikasi Tulisan
Tulisan dari penulis masuk ke sini dan tidak terbit otomatis. Editor menyunting dan memverifikasi, lalu admin menetapkan layak atau tidak layak terbit dan memberi tahu penulis.
Tinjau Tulisan
Beri tahu penulis
Susunan Redaksi
Ubah nama, jabatan, bio, dan foto. Susunan ini tampil sebagai slide di halaman Redaksi. Anggota yang namanya kosong tidak ditampilkan.
Daftar Opini & Editorial Terbit
BISNIS BERSIH, MASA DEPAN CERAH : Saatnya Gen Z Melek Internal Audit, Berani Lawan Penyimpangan, dan Peduli pada Kemajuan Negeri
Ekonomi & Bisnis - ¹Irda Agustin Kustiwi, ²Rondhatus Sholikah, ³Merryscha Putri Az Zahra,⁴ Rakeen Kresna Putra Rasmanjaya -
Foto: Ilustrasi gambar ( Sumber: Dock Pribadi)
Oleh Irda Agustin
Kustiwi, Rondhatus Sholikah, Merryscha Putri Az Zahra, Rakeen Kresna Putra
Rasmanjaya (Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
Sumber: ANTARA FOTO :
Tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB saat dibawa
petugas KPK.
Kepercayaan terhadap sebuah organisasi tidak
hanya ditentukan oleh laporan yang terlihat rapi, tetapi juga oleh kebebasan
proses pemeriksaan dari tekanan kepentingan. Pada 11 Agustus 2026, ANTARA melaporkan bahwa Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) menduga tersangka dalam perkara pengadaan iklan PT Bank
Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) tahun anggaran 2021–2023
berupaya mengondisikan temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). KPK
menyatakan dugaan tersebut masih didalami dalam proses penyidikan. Perkembangan
ini menjadi pengingat bahwa hasil pemeriksaan hanya dapat dipercaya apabila
prosesnya dijalankan secara independen dan objektif.
Peristiwa tersebut mengingatkan bahwa
keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari keuntungan atau laporan yang
tampak rapi. Organisasi membutuhkan tata kelola yang memastikan keputusan dapat
dipertanggungjawabkan, risiko dikenali, dan penyimpangan ditangani berdasarkan
bukti. Meski kasus Bank BJB tersebut berkaitan dengan audit eksternal BPK dan
bukan bukti langsung kegagalan fungsi audit internal tertentu, peristiwa itu
memperlihatkan pentingnya independensi pemeriksaan dan pengendalian yang kuat.
Dalam konteks inilah internal audit menjadi relevan sebagai bagian dari upaya
menjaga organisasi tetap transparan dan bertanggung jawab.
Internal
audit merupakan fungsi yang memberikan penilaian independen dan objektif serta
saran untuk membantu organisasi mencapai tujuannya. Berdasarkan Global
Internal Audit Standards yang diterbitkan oleh The Institute of Internal
Auditors (IIA), audit internal berperan dalam memperkuat tata kelola, manajemen
risiko, dan pengendalian organisasi. Artinya, internal audit tidak hanya
berfokus pada angka-angka dalam laporan keuangan, tetapi juga menilai apakah
prosedur kerja berjalan secara efektif, risiko telah dikelola dengan baik,
aturan dipatuhi, aset dilindungi, dan budaya etis benar-benar diterapkan dalam
kegiatan sehari-hari. Standar tersebut mulai berlaku efektif pada 9 Januari
2025 dan menjadi pedoman penting bagi praktik audit internal secara global.
Pemahaman ini
penting karena penyimpangan tidak selalu muncul dalam bentuk kerugian keuangan
yang langsung terlihat. Masalah juga dapat berawal dari prosedur pengadaan yang
tidak transparan, penggunaan aset tanpa izin, pembagian tugas yang tidak jelas,
lemahnya perlindungan data, atau keputusan yang dipengaruhi kepentingan
pribadi. Bahkan, budaya organisasi yang membiarkan pelanggaran kecil dapat
membuka ruang bagi pelanggaran yang lebih besar. Melalui pendekatan berbasis
risiko, internal audit membantu organisasi mengenali kelemahan tersebut lebih
awal, menilai dampaknya, dan mendorong perbaikan sebelum masalah berkembang
menjadi kerugian yang lebih serius.
Dengan
demikian, internal audit tidak seharusnya dipandang sebagai pihak yang hanya
datang untuk mencari kesalahan atau menakut-nakuti pegawai. Fungsi ini juga
berperan sebagai mitra perbaikan. Auditor internal dapat memberikan rekomendasi
mengenai penguatan pengendalian, efisiensi proses kerja, pengelolaan risiko
digital, kepatuhan terhadap kebijakan, serta peningkatan kualitas pengambilan
keputusan. Namun, auditor internal tetap harus menjaga objektivitas dan
independensinya. Menjadi mitra organisasi bukan berarti membenarkan seluruh keputusan
manajemen, melainkan membantu memastikan bahwa keputusan tersebut diambil
berdasarkan informasi yang memadai, pertimbangan risiko, dan prinsip yang dapat
dipertanggungjawabkan.
Di sinilah
standar audit internal menjadi penting secara berkesinambungan. Standar bukan
sekadar dokumen formal yang disimpan untuk memenuhi kewajiban, melainkan
pedoman yang perlu diterapkan, dievaluasi, dan ditingkatkan secara
terus-menerus. Global Internal Audit Standards menekankan integritas,
objektivitas, kompetensi, kehati-hatian profesional, kerahasiaan, perencanaan
strategis, komunikasi yang efektif, serta peningkatan kualitas. Penerapan
prinsip-prinsip tersebut membantu menjaga agar pekerjaan audit tidak bergantung
pada kepentingan pribadi atau tekanan pihak tertentu. Standar yang dijalankan
secara konsisten juga mendorong organisasi untuk tidak berhenti pada penemuan
masalah, tetapi memastikan bahwa rekomendasi ditindaklanjuti dan kelemahan yang
sama tidak terus berulang.
Penerapan
standar secara berkelanjutan berarti organisasi harus menyesuaikan pengawasan
dengan perubahan risiko. Ketika aktivitas bisnis semakin digital, misalnya,
pengawasan tidak cukup hanya memeriksa dokumen fisik dan transaksi keuangan.
Organisasi juga perlu memperhatikan keamanan informasi, akses terhadap sistem,
perlindungan data, risiko penipuan digital, serta keandalan proses otomatisasi.
Auditor internal perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu memahami
perubahan tersebut. Pada saat yang sama, pimpinan organisasi harus memberikan dukungan
terhadap fungsi audit, termasuk akses terhadap informasi yang relevan dan ruang
untuk menyampaikan temuan secara objektif. Tanpa dukungan tersebut, standar
berisiko hanya menjadi formalitas tanpa memberikan perubahan nyata.
Pembahasan
mengenai internal audit juga berkaitan erat dengan patriotisme. Patriotisme
tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar atau simbol-simbol
kebangsaan. Dalam kehidupan profesional, patriotisme dapat tercermin melalui
kesediaan menjaga kepentingan bersama, menaati aturan, menolak penyalahgunaan
wewenang, dan menjalankan tanggung jawab dengan jujur. Artikel ini secara
eksplisit berkaitan dengan patriotisme karena membangun budaya bisnis yang
bersih merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Ketika seseorang menolak manipulasi, menjaga amanah, atau berani menyampaikan
penyimpangan melalui saluran yang tepat, ia ikut menjaga kepercayaan yang
menjadi modal penting bagi kehidupan ekonomi dan sosial.
Integritas
menjadi wujud nyata dari nilai tersebut. Seseorang yang berintegritas akan
berusaha menyelaraskan perkataan, keputusan, dan tindakannya dengan prinsip
yang benar, termasuk ketika tidak ada orang yang mengawasi. Dalam organisasi,
integritas berarti tidak memanipulasi laporan, tidak menggunakan fasilitas
untuk kepentingan pribadi, tidak menyalahgunakan jabatan, dan tidak
menutup-nutupi pelanggaran demi keuntungan kelompok tertentu. Nilai ini harus
dimiliki bukan hanya oleh auditor, tetapi juga oleh pimpinan, pegawai,
mahasiswa, dan setiap individu yang terlibat dalam suatu organisasi.
Selain
integritas, akuntabilitas merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan.
Akuntabilitas berarti adanya kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab,
bagaimana keputusan diambil, dan bagaimana hasil suatu kegiatan dapat
dipertanggungjawabkan. Organisasi yang akuntabel tidak cukup hanya menyatakan
bahwa seluruh kegiatannya telah sesuai prosedur. Organisasi juga perlu memiliki
bukti yang memadai, mekanisme pengawasan yang berfungsi, serta kesediaan melakukan
perbaikan apabila ditemukan kelemahan. Dalam hal ini, internal audit membantu
menyediakan penilaian objektif atas tata kelola dan pengendalian, sedangkan
tanggung jawab untuk memperbaiki masalah tetap berada pada pihak manajemen yang
berwenang.
Hubungan
antara patriotisme, integritas, akuntabilitas, dan internal audit juga dapat
dilihat dari lingkungan yang dekat dengan Gen Z. Dalam organisasi mahasiswa,
misalnya, pengelolaan dana kegiatan harus disertai pencatatan yang jelas, bukti
transaksi, persetujuan penggunaan anggaran, dan laporan yang dapat diperiksa.
Jika terdapat pengeluaran yang tidak sesuai, persoalan tersebut seharusnya
diselesaikan secara terbuka berdasarkan bukti, bukan ditutupi demi menjaga nama
baik pengurus. Prinsip serupa berlaku di tempat kerja. Pegawai muda dapat
berkontribusi dengan mematuhi prosedur, menjaga kerahasiaan data, menolak
permintaan yang melanggar aturan, serta menggunakan mekanisme pelaporan yang
tersedia apabila menemukan indikasi penyimpangan.
Contoh
tersebut menunjukkan bahwa semangat antikorupsi dan tanggung jawab tidak harus
menunggu seseorang menduduki jabatan tinggi. Gen Z dapat mulai membangun
kebiasaan yang baik sejak menjadi mahasiswa, peserta magang, pegawai baru,
maupun pengelola usaha kecil. Pemahaman mengenai internal audit dapat membantu
generasi muda mengenali pentingnya pemisahan tugas, dokumentasi, pengendalian
akses, pemeriksaan bukti, dan evaluasi risiko. Meskipun tidak semua anak muda
akan berprofesi sebagai auditor internal, pengetahuan tersebut tetap relevan
karena setiap orang dapat berperan dalam menjaga tata kelola yang sehat di
lingkungan masing-masing.
Tantangan
berikutnya adalah keberanian menghadapi tekanan sosial dan kepentingan pribadi.
Dalam praktiknya, penyimpangan terkadang dianggap wajar karena sudah menjadi
kebiasaan atau dilakukan oleh orang yang memiliki kedudukan tertentu. Kondisi
semacam ini dapat membuat seseorang memilih diam, meskipun mengetahui adanya
ketidaksesuaian. Karena itu, membangun budaya integritas membutuhkan lebih dari
sekadar aturan tertulis. Organisasi harus menyediakan saluran pelaporan yang
aman, menindaklanjuti laporan secara objektif, melindungi kerahasiaan pihak
terkait, serta memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran diperiksa berdasarkan
bukti dan prosedur yang adil. Keberanian melaporkan dugaan penyimpangan bukan
berarti menuduh tanpa dasar, melainkan bersedia menyampaikan informasi secara
bertanggung jawab agar persoalan dapat ditangani dengan tepat.
Pada
akhirnya, bisnis yang bersih tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan
auditor internal. Standar audit yang baik akan sulit memberikan hasil apabila
pimpinan tidak menunjukkan keteladanan, pegawai mengabaikan prosedur, dan
pelanggaran dibiarkan tanpa tindak lanjut. Sebaliknya, pengawasan yang
objektif, manajemen risiko yang memadai, budaya etis, dan akuntabilitas yang
konsisten dapat saling memperkuat. Karena itu, internal audit perlu ditempatkan
sebagai bagian dari upaya organisasi untuk menciptakan nilai, menjaga
kepercayaan, dan memastikan keberlanjutan, bukan sekadar fungsi pemeriksaan
yang bekerja ketika masalah telah muncul.
Bisnis
bersih, masa depan cerah bukan hanya slogan, melainkan komitmen yang perlu
diwujudkan melalui tindakan nyata. Bagi Gen Z, melek internal audit berarti memahami bahwa keberhasilan
harus dibangun dengan cara yang benar, bukan sekadar mengejar hasil.
Patriotisme dapat dimulai dari kejujuran dalam mengelola tanggung jawab,
integritas dalam mengambil keputusan, serta akuntabilitas dalam mempertanggungjawabkan
setiap tindakan. Ketika nilai-nilai tersebut diterapkan secara konsisten di
kampus, tempat kerja, dunia usaha, dan lembaga publik, kontribusinya akan
melampaui kepentingan individu atau organisasi. Dari kebiasaan yang bertanggung
jawab itulah kepercayaan dapat tumbuh, tata kelola dapat diperkuat, dan
kemajuan negeri dapat dibangun secara lebih berkelanjutan.
¹Irda Agustin Kustiwi, ²Rondhatus Sholikah, ³Merryscha Putri Az Zahra,⁴ Rakeen Kresna Putra Rasmanjaya
BREAKING NEWSInvestigasi gabungan diperluas pasca penahanan di kawasan perbatasan strategis.
KONTRATERORISME
Polisi Inggris menangkap tersangka 'penting' di dekat pangkalan udara AS, kunci perang melawan Iran.
Kepolisian Gloucestershire menyatakan insiden besar ketika tim penjinak bahan peledak Angkatan Darat memeriksa kendaraan di dekat pangkalan... (Klik untuk membaca lengkap)
Evaluasi Protokol Pengamanan Wilayah dan Perimeter Fasilitas Vital
Analisis mendalam mengenai kesiapsiagaan operasional aparat pengamanan kawasan.
Pertemuan Tingkat Tinggi Bahas Kebijakan Pengawasan Koridor
Alokasi penanganan potensi ancaman lintas wilayah mulai dirumuskan.
Geopolitik Migas: Negosiasi Koridor Pasokan Alternatif Menjelang Kuartal Baru
Kondisi jalur maritim mendorong sejumlah negara mempercepat diversifikasi rute impor energi nasional.
Audit Infrastruktur Kritis Diperketat Pasca Anomali Jaringan Radar Udara
Kementerian Pertahanan memperbarui sertifikasi proteksi data seluruh simpul kendali lalu lintas udara.
Pilihan Redaksi & Analisis
Anatomi Kerentanan Wilayah Udara: Bagaimana Pangkalan Militer Menghadapi Spionase Modern
Laporan investigasi mendalam mengulas metode pengawasan berteknologi baru, strategi perimeter, serta risiko instabilitas di kawasan transit penting.
GLOUCESTERSHIRE — Kepolisian setempat telah menahan seorang tersangka kunci di dekat pangkalan militer yang kerap dimanfaatkan bersama oleh armada Amerika Serikat dan Inggris[span_9](start_span)[span_9](end_span). Penahanan ini menyusul laporan aktivitas mencurigakan yang terdeteksi di sekitar perimeter pengamanan[span_10](start_span)[span_10](end_span).
Saksi mata melaporkan bahwa sejumlah kendaraan patroli bersenjata lengkap diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 05.00 waktu setempat, disertai penutupan jalan-jalan arteri yang mengarah ke pintu gerbang fasilitas penerbangan tersebut[span_11](start_span)[span_11](end_span).
Pangkalan udara ini diketahui memiliki peran strategis dalam rantai logistik dan operasi udara lintas kawasan di Timur Tengah[span_12](start_span)[span_12](end_span). Menanggapi perkembangan tersebut, pihak berwenang menegaskan bahwa investigasi intensif tengah dilakukan[span_13](start_span)[span_13](end_span).
Anders Hagstrom
Koresponden Pertahanan & Investigasi Petang Republik