Ringkasan aktivitas redaksi Petang Republik hari ini.
Buka antrean →
0Berita terbit
0Video terbit
0Galeri terbit
0Opini terbit
0Total dilihat
Komposisi Konten
Kategori Teratas dari konten terbaru
Konten Terbaru
Paling Banyak Dilihat dari konten terbaru
Optimalkan Gambar & Database
Memindahkan foto lama (yang tersimpan sebagai teks di database) menjadi berkas ringan, supaya situs tetap cepat walau artikel sudah puluhan ribu. Aman dijalankan berulang; jika terhenti, klik lagi untuk melanjutkan.
Belum dijalankan.
Aksi Cepat
Tulis Berita / Karya
Untuk puisi: tekan Shift+Enter untuk pindah baris dalam satu bait, Enter untuk bait baru. Pilih kategori "Puisi & Sastra" agar tampil rata tengah.
0 kata
Kirim Video
Kelola Opini & Editorial Beranda
Berita yang Sudah Terbit
Video yang Sudah Terbit
Kirim Galeri Foto
0 / 12 foto
Galeri yang Sudah Terbit
Profil Admin
Foto tampil di panel admin dan di kartu penulis artikel jika nama penulis sama dengan nama tampil ini.
Antrean Verifikasi Tulisan
Tulisan dari penulis masuk ke sini dan tidak terbit otomatis. Editor menyunting dan memverifikasi, lalu admin menetapkan layak atau tidak layak terbit dan memberi tahu penulis.
Tinjau Tulisan
Beri tahu penulis
Susunan Redaksi
Ubah nama, jabatan, bio, dan foto. Susunan ini tampil sebagai slide di halaman Redaksi. Anggota yang namanya kosong tidak ditampilkan.
Daftar Opini & Editorial Terbit
Berhenti Takut Salah, Mulai Berani Bicara
Opini - ¹Siti Maesaroh, ²Melda Wiguna -
Foto: Ilustrasi Gambar (Sumber: Artificial Intelligence )
Pernah gak sih, kamu
sudah mempersiapkan materi presentasi dengan baik, tetapi ketika berdiri di
depan kelas justru merasa gugup? Tangan mulai dingin, suara bergetar, bahkan
materi yang sebelumnya sudah dipahami mendadak sulit dijelaskan. Situasi
seperti ini cukup sering dialami mahasiswa. Menurut saya, masalahnya bukan
selalu karena mahasiswa tidak menguasai materi, tetapi juga karena rasa takut
melakukan kesalahan dan terlalu memikirkan penilaian orang lain.
Padahal, kemampuan
berbicara di depan umum atau public speaking merupakan keterampilan penting
bagi mahasiswa. Perkuliahan bukan hanya tentang memahami teori, tetapi juga
bagaimana menyampaikan pendapat, menjelaskan gagasan, dan berdiskusi dengan
orang lain. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya perlu memahami materi,
tetapi juga perlu melatih keberanian untuk menyampaikannya.
Takut Salah Justru
Menghambat Kemampuan
Menurut saya, salah satu
hambatan terbesar mahasiswa saat presentasi adalah anggapan bahwa penampilan
harus selalu sempurna. Ada mahasiswa yang takut salah menjawab pertanyaan
dosen, khawatir ditertawakan teman, atau merasa malu ketika lupa pada materi.
Akibatnya, mereka memilih membaca seluruh isi slide daripada menjelaskan dengan
bahasa sendiri.
Kebiasaan tersebut
memang terasa lebih aman, tetapi sebenarnya dapat menghambat perkembangan
kemampuan komunikasi. Presentasi akhirnya hanya menjadi kegiatan membaca, bukan
kesempatan untuk menyampaikan pemahaman. Padahal, melakukan kesalahan merupakan
hal yang wajar dalam proses belajar. Selama seseorang mau memperbaiki diri,
kesalahan dapat menjadi pengalaman untuk tampil lebih baik pada kesempatan
berikutnya.
Saya berpendapat bahwa
mahasiswa perlu mengubah cara pandang terhadap presentasi. Tujuannya bukan
untuk menunjukkan bahwa diri sendiri paling pintar, melainkan untuk berbagi
informasi dan menyampaikan pemahaman kepada audiens. Dengan begitu, mahasiswa
dapat lebih fokus pada pesan yang ingin disampaikan daripada terus mencemaskan
penilaian orang lain.
Menguasai Materi Saja
Tidak Cukup
Mahasiswa yang memahami
materi belum tentu mampu menjelaskannya dengan baik. Kemampuan berbicara juga
dipengaruhi oleh persiapan, kepercayaan diri, intonasi, kontak mata, dan bahasa
tubuh. Jika pembicara berbicara terlalu cepat, suaranya terlalu pelan, atau
terus menunduk membaca catatan, audiens bisa kesulitan memahami penjelasannya.
Karena itu, persiapan
presentasi tidak seharusnya hanya berfokus pada pembuatan slide. Mahasiswa
perlu berlatih menjelaskan inti materi menggunakan bahasa sendiri. Latihan
dapat dilakukan di depan cermin, bersama teman, atau dengan merekam diri
sendiri untuk mengevaluasi cara berbicara. Dosen dan teman sekelas juga
memiliki peran dalam menciptakan suasana presentasi yang mendukung. Pertanyaan
dan kritik sebaiknya disampaikan untuk membantu pembicara berkembang, bukan
untuk mempermalukan.
Berani Berbicara Harus
Dibiasakan
Menurut saya,
kepercayaan diri tidak akan tumbuh jika mahasiswa terus menghindari kesempatan
berbicara. Keberanian perlu dibangun melalui pengalaman kecil yang dilakukan
secara konsisten. Misalnya, mulai aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi
kelompok, mencoba menjawab pertanyaan dosen, atau bersedia menjelaskan bagian
materi ketika presentasi.
Mahasiswa juga perlu
belajar mengendalikan rasa gugup. Sebelum tampil, kita dapat menarik napas
secara teratur, memahami urutan materi, dan menyiapkan poin-poin penting
sebagai panduan. Tidak perlu menghafal seluruh kalimat karena hal tersebut
justru dapat membuat kita panik ketika lupa satu bagian. Memahami inti materi
akan membantu kita melanjutkan penjelasan dengan lebih alami.
Memang, rasa gugup
mungkin tidak langsung hilang setelah satu atau dua kali latihan. Namun, hal
tersebut bukan alasan untuk menyerah. Setiap kesempatan berbicara dapat menjadi
pengalaman untuk mengetahui kekurangan dan memperbaikinya.
Jangan Sampai Takut
Salah Membatasi Diri
Pada akhirnya, saya
berpendapat bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara dengan
lancar, tetapi juga keberanian menyampaikan gagasan secara jelas dan
bertanggung jawab. Mahasiswa tidak harus selalu tampil sempurna untuk menjadi
pembicara yang baik. Hal yang lebih penting adalah memahami materi, menghargai
audiens, dan bersedia terus belajar.
Rasa gugup merupakan hal
yang wajar, tetapi jangan sampai ketakutan tersebut membuat kita kehilangan
kesempatan untuk berkembang. Dunia perkuliahan seharusnya menjadi tempat bagi
mahasiswa untuk berlatih, mencoba, dan memperbaiki diri sebelum menghadapi
dunia kerja. Jadi, daripada terus takut salah ketika presentasi, lebih baik
mulai membiasakan diri untuk berbicara. Sebab, kemampuan dan kepercayaan diri
tidak hanya datang dari teori yang dipelajari, tetapi juga dari keberanian
untuk mencoba.
¹Siti Maesaroh, ²Melda WigunaSiti Maesaroh dan Melda Wiguna
BREAKING NEWSInvestigasi gabungan diperluas pasca penahanan di kawasan perbatasan strategis.
KONTRATERORISME
Polisi Inggris menangkap tersangka 'penting' di dekat pangkalan udara AS, kunci perang melawan Iran.
Kepolisian Gloucestershire menyatakan insiden besar ketika tim penjinak bahan peledak Angkatan Darat memeriksa kendaraan di dekat pangkalan... (Klik untuk membaca lengkap)
Evaluasi Protokol Pengamanan Wilayah dan Perimeter Fasilitas Vital
Analisis mendalam mengenai kesiapsiagaan operasional aparat pengamanan kawasan.
Pertemuan Tingkat Tinggi Bahas Kebijakan Pengawasan Koridor
Alokasi penanganan potensi ancaman lintas wilayah mulai dirumuskan.
Geopolitik Migas: Negosiasi Koridor Pasokan Alternatif Menjelang Kuartal Baru
Kondisi jalur maritim mendorong sejumlah negara mempercepat diversifikasi rute impor energi nasional.
Audit Infrastruktur Kritis Diperketat Pasca Anomali Jaringan Radar Udara
Kementerian Pertahanan memperbarui sertifikasi proteksi data seluruh simpul kendali lalu lintas udara.
Pilihan Redaksi & Analisis
Anatomi Kerentanan Wilayah Udara: Bagaimana Pangkalan Militer Menghadapi Spionase Modern
Laporan investigasi mendalam mengulas metode pengawasan berteknologi baru, strategi perimeter, serta risiko instabilitas di kawasan transit penting.
GLOUCESTERSHIRE — Kepolisian setempat telah menahan seorang tersangka kunci di dekat pangkalan militer yang kerap dimanfaatkan bersama oleh armada Amerika Serikat dan Inggris[span_9](start_span)[span_9](end_span). Penahanan ini menyusul laporan aktivitas mencurigakan yang terdeteksi di sekitar perimeter pengamanan[span_10](start_span)[span_10](end_span).
Saksi mata melaporkan bahwa sejumlah kendaraan patroli bersenjata lengkap diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 05.00 waktu setempat, disertai penutupan jalan-jalan arteri yang mengarah ke pintu gerbang fasilitas penerbangan tersebut[span_11](start_span)[span_11](end_span).
Pangkalan udara ini diketahui memiliki peran strategis dalam rantai logistik dan operasi udara lintas kawasan di Timur Tengah[span_12](start_span)[span_12](end_span). Menanggapi perkembangan tersebut, pihak berwenang menegaskan bahwa investigasi intensif tengah dilakukan[span_13](start_span)[span_13](end_span).
Anders Hagstrom
Koresponden Pertahanan & Investigasi Petang Republik