Ringkasan aktivitas redaksi Petang Republik hari ini.
Buka antrean →
0Berita terbit
0Video terbit
0Galeri terbit
0Opini terbit
0Total dilihat
Komposisi Konten
Kategori Teratas dari konten terbaru
Konten Terbaru
Paling Banyak Dilihat dari konten terbaru
Optimalkan Gambar & Database
Memindahkan foto lama (yang tersimpan sebagai teks di database) menjadi berkas ringan, supaya situs tetap cepat walau artikel sudah puluhan ribu. Aman dijalankan berulang; jika terhenti, klik lagi untuk melanjutkan.
Belum dijalankan.
Aksi Cepat
Tulis Berita / Karya
Untuk puisi: tekan Shift+Enter untuk pindah baris dalam satu bait, Enter untuk bait baru. Pilih kategori "Puisi & Sastra" agar tampil rata tengah.
0 kata
Kirim Video
Kelola Opini & Editorial Beranda
Berita yang Sudah Terbit
Video yang Sudah Terbit
Kirim Galeri Foto
0 / 12 foto
Galeri yang Sudah Terbit
Profil Admin
Foto tampil di panel admin dan di kartu penulis artikel jika nama penulis sama dengan nama tampil ini.
Antrean Verifikasi Tulisan
Tulisan dari penulis masuk ke sini dan tidak terbit otomatis. Editor menyunting dan memverifikasi, lalu admin menetapkan layak atau tidak layak terbit dan memberi tahu penulis.
Tinjau Tulisan
Beri tahu penulis
Susunan Redaksi
Ubah nama, jabatan, bio, dan foto. Susunan ini tampil sebagai slide di halaman Redaksi. Anggota yang namanya kosong tidak ditampilkan.
Daftar Opini & Editorial Terbit
Antara Rasa Gugup dan Keinginan untuk Menyampaikan Pendapat
Opini - Monica Aprillina Dwiyanti -
Foto: Ilustrasi Gambar (Sumber: Artificial Intelligence )
Berbicara di
depan umum jadi salah satu hal yang sering ditemui dalam kehidupan kita, baik
saat presentasi, diskusi tim, kegiatan di perkuliahan maupun kegiatan lainnya.
Dalam situasi tersebut, kita tidak hanya dituntut untuk memahami materi, tetapi
juga mampu menyampaikan pendapat agar dapat dipahami oleh orang lain. Namun,
pada kenyataannya, tidak semua orang merasa mudah untuk melakukannya.
Ada kalanya
seseorang sebenarnya memiliki pendapat atau ide yang ingin disampaikan, tetapi
memilih diam karena merasa gugup, takut salah bicara, atau khawatir pendapatnya
tidak diterima oleh orang lain. Akibatnya, keinginan untuk berbicara sering
kali kalah oleh rasa takut yang muncul sebelum mencoba.
Kondisi ini jadi
perhatian karena kemampuan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari
proses belajar. Kita seharusnya memiliki kesempatan untuk mengemukakan
pemikiran tanpa harus merasa bahwa setiap perkataan harus selalu sempurna. Oleh
karena itu, rasa gugup dalam public speaking perlu dipahami dan dihadapi
secara bertahap, bukan dijadikan alasan untuk terus menghindari kesempatan
berbicara.
Mengapa Berbicara di Depan Umum Terasa
Sulit?
Rasa gugup
ketika berbicara di depan umum dapat muncul karena berbagai alasan. Salah
satunya adalah rasa takut melakukan kesalahan, seperti salah menyebutkan kata,
lupa materi, atau tidak mampu menjawab pertanyaan dari audiens. Selain itu,
perhatian dari banyak orang juga dapat membuat seseorang merasa tertekan karena
khawatir dinilai oleh orang lain.
Hal ini sejalan
dengan penelitian Rengganawati (2024) yang membahas kecemasan berbicara di
depan umum pada mahasiswa berusia 17–22 tahun. Penelitian tersebut membahas
kecemasan dalam berbagai situasi komunikasi, seperti berpidato, wawancara, dan
berbicara dengan orang yang memiliki posisi lebih tinggi. Hal ini menunjukkan
bahwa kecemasan ketika berbicara di depan orang lain menjadi persoalan yang
dialami sebagian orang.
Faktor lainnya
bisa dari kurangnya persiapan dan pengalaman berbicara. Ketika seseorang belum
terbiasa menyampaikan pendapat di depan banyak orang, situasi tersebut dapat
terasa asing dan menegangkan. Bahkan, meskipun sudah memahami materi, rasa
gugup terkadang tetap muncul karena seseorang terlalu memikirkan kemungkinan
buruk yang belum tentu terjadi.
Masalahnya bukan
selalu karena seseorang tidak mampu berbicara, melainkan karena rasa takut
tersebut membuatnya ragu untuk mencoba. Merasa gugup bukan berarti seseorang
tidak memiliki kemampuan. Setiap orang dapat memiliki tingkat kepercayaan diri
dan pengalaman yang berbeda-beda.
Dampak Rasa Gugup terhadap Keberanian
Menyampaikan Pendapat
Rasa gugup yang
tidak dikelola dengan baik dapat membuat kita kehilangan kesempatan untuk
menyampaikan ide dan pemikiran. Misalnya, saat diskusi, seseorang sebenarnya
memiliki jawaban atas pertanyaan yang ada, tetapi memilih diam karena takut jawabannya
salah. Jika hal ini terus terjadi, kita bisa menjadi kurang terbiasa
menyampaikan pendapat dan semakin ragu terhadap kemampuan sendiri.
Padahal, diskusi
dan presentasi merupakan kesempatan untuk belajar. Pendapat yang disampaikan
tidak selalu harus sempurna. Kesalahan justru dapat menjadi bagian dari proses
belajar selama seseorang bersedia menerima masukan dan memperbaiki dirinya.
Terlalu takut
melakukan kesalahan dapat menghambat perkembangan diri. Akan lebih baik jika
kita pelan pelan berani mencoba, meskipun masih merasa gugup. Dengan begitu,
kita dapat belajar dari pengalaman dan secara perlahan membangun keberanian
untuk berbicara di depan orang lain.
Cara Menghadapi Rasa Gugup secara
Bertahap
Menghadapi rasa
gugup saat berbicara di depan umum tidak harus dilakukan dengan cara yang
sulit. Langkah pertama dapat dilakukan dengan mempersiapkan materi sebelum
presentasi atau diskusi. Dengan memahami topik yang akan disampaikan, seseorang
akan lebih mudah menyusun pemikiran dan mengurangi kekhawatiran saat berbicara.
Langkah kedua
adalah membiasakan diri berbicara secara bertahap. Kita dapat memulainya dengan
menyampaikan pendapat dalam kelompok kecil, mencoba bertanya, atau berlatih
berbicara sendiri sebelum melakukan presentasi. Latihan tersebut dapat membantu
seseorang menjadi lebih terbiasa dalam menyampaikan gagasan.
Selain itu,
penting untuk tidak terlalu menuntut diri agar selalu tampil sempurna. Wajar
jika seseorang sesekali salah berbicara, lupa materi, atau merasa gugup. Hal
yang terpenting adalah tetap berusaha menyampaikan pesan dengan jelas dan
menjadikan setiap pengalaman sebagai evaluasi.
Keberanian
berbicara tidak selalu berarti menghilangnya rasa takut. Keberanian juga dapat
terlihat ketika seseorang tetap mencoba menyampaikan pendapat meskipun masih
merasa gugup. Oleh karena itu, kita perlu memberikan kesempatan kepada diri
sendiri untuk belajar tanpa terus-menerus membandingkan kemampuan dengan orang
lain.
Kesimpulan
Public
speaking merupakan keterampilan yang penting. Kita
perlu memahami bahwa kemampuan public speaking dapat dikembangkan
melalui persiapan, latihan, dan pengalaman. Tidak perlu menunggu sampai
benar-benar percaya diri untuk mulai berbicara. Justru dengan mencoba,
seseorang dapat belajar memahami kekurangannya dan memperbaiki kemampuannya
secara bertahap.
Pada akhirnya,
menyampaikan pendapat bukan tentang menjadi orang yang paling lancar berbicara,
melainkan tentang keberanian untuk berbagi pemikiran dan kesediaan untuk terus
belajar. Rasa gugup mungkin tidak langsung hilang, tetapi jangan sampai rasa
tersebut membuat kita kehilangan kesempatan untuk berkembang.
Daftar
Pustaka
Rengganawati, H.
(2024). Kecemasan dalam berbicara di depan umum pada kalangan mahasiswa berusia
17–22 tahun. Indonesian Journal of Digital Public Relations, 2(2),
60–76. https://doi.org/10.25124/ijdpr.v2i2.6953
Monica Aprillina DwiyantiMahasiswi Universitas Pamulang • Editor: Eko Subianto
BREAKING NEWSInvestigasi gabungan diperluas pasca penahanan di kawasan perbatasan strategis.
KONTRATERORISME
Polisi Inggris menangkap tersangka 'penting' di dekat pangkalan udara AS, kunci perang melawan Iran.
Kepolisian Gloucestershire menyatakan insiden besar ketika tim penjinak bahan peledak Angkatan Darat memeriksa kendaraan di dekat pangkalan... (Klik untuk membaca lengkap)
Evaluasi Protokol Pengamanan Wilayah dan Perimeter Fasilitas Vital
Analisis mendalam mengenai kesiapsiagaan operasional aparat pengamanan kawasan.
Pertemuan Tingkat Tinggi Bahas Kebijakan Pengawasan Koridor
Alokasi penanganan potensi ancaman lintas wilayah mulai dirumuskan.
Geopolitik Migas: Negosiasi Koridor Pasokan Alternatif Menjelang Kuartal Baru
Kondisi jalur maritim mendorong sejumlah negara mempercepat diversifikasi rute impor energi nasional.
Audit Infrastruktur Kritis Diperketat Pasca Anomali Jaringan Radar Udara
Kementerian Pertahanan memperbarui sertifikasi proteksi data seluruh simpul kendali lalu lintas udara.
Pilihan Redaksi & Analisis
Anatomi Kerentanan Wilayah Udara: Bagaimana Pangkalan Militer Menghadapi Spionase Modern
Laporan investigasi mendalam mengulas metode pengawasan berteknologi baru, strategi perimeter, serta risiko instabilitas di kawasan transit penting.
GLOUCESTERSHIRE — Kepolisian setempat telah menahan seorang tersangka kunci di dekat pangkalan militer yang kerap dimanfaatkan bersama oleh armada Amerika Serikat dan Inggris[span_9](start_span)[span_9](end_span). Penahanan ini menyusul laporan aktivitas mencurigakan yang terdeteksi di sekitar perimeter pengamanan[span_10](start_span)[span_10](end_span).
Saksi mata melaporkan bahwa sejumlah kendaraan patroli bersenjata lengkap diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 05.00 waktu setempat, disertai penutupan jalan-jalan arteri yang mengarah ke pintu gerbang fasilitas penerbangan tersebut[span_11](start_span)[span_11](end_span).
Pangkalan udara ini diketahui memiliki peran strategis dalam rantai logistik dan operasi udara lintas kawasan di Timur Tengah[span_12](start_span)[span_12](end_span). Menanggapi perkembangan tersebut, pihak berwenang menegaskan bahwa investigasi intensif tengah dilakukan[span_13](start_span)[span_13](end_span).
Anders Hagstrom
Koresponden Pertahanan & Investigasi Petang Republik