Ringkasan aktivitas redaksi Petang Republik hari ini.
0Berita terbit
0Video terbit
0Galeri terbit
0Opini terbit
0Total dilihat
Komposisi Konten
Kategori Teratas dari konten terbaru
Konten Terbaru
Paling Banyak Dilihat dari konten terbaru
Aksi Cepat
Tulis Berita / Karya
Untuk puisi: tekan Shift+Enter untuk pindah baris dalam satu bait, Enter untuk bait baru. Pilih kategori "Puisi & Sastra" agar tampil rata tengah.
0 kata
Kirim Video
Kelola Opini & Editorial Beranda
Berita yang Sudah Terbit
Video yang Sudah Terbit
Kirim Galeri Foto
0 / 12 foto
Galeri yang Sudah Terbit
Profil Admin
Foto tampil di panel admin dan di kartu penulis artikel jika nama penulis sama dengan nama tampil ini.
Daftar Opini & Editorial Terbit
Di Balik Diam, Ada Pikiran yang Ingin Didengar
Opini - Dewi Mutya Haq -
Foto: Ilustrasi Gambar (Sumber: Artificial Intelligence )
Pernah tidak sih, kamu punya banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi justru bingung harus mulai bicara dari mana? Di dalam kepala, ada banyak ide dan pendapat yang ingin diungkapkan. Namun, ketika ada kesempatan untuk berbicara, semuanya terasa sulit untuk disampaikan. Akhirnya, diam menjadi pilihan karena takut salah bicara atau khawatir dengan tanggapan orang lain.
Hal seperti ini mungkin sering dialami oleh anak muda, terutama mereka yang terbiasa berkomunikasi melalui media sosial. Menyampaikan pendapat lewat chat terasa lebih mudah karena kita punya waktu untuk menyusun kata-kata sebelum mengirimkannya. Berbeda ketika harus berbicara secara langsung, seperti saat presentasi di kelas, mengikuti diskusi, atau menyampaikan pendapat di depan banyak orang. Rasa gugup sering kali muncul, bahkan sebelum kita mulai berbicara.
Sebenarnya, diam bukan berarti seseorang tidak memiliki pendapat. Bisa jadi, ada banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi rasa takut membuatnya memilih untuk menyimpan semua pemikiran tersebut. Keinginan untuk berbicara terkadang kalah oleh kekhawatiran akan respons orang lain.
Rasa takut dinilai menjadi salah satu alasan seseorang sulit menyampaikan pendapatnya. Ada yang khawatir jawabannya salah, takut ditertawakan, atau merasa pendapatnya tidak cukup bagus untuk didengar. Akhirnya, seseorang lebih memilih diam daripada mengambil risiko melakukan kesalahan. Padahal, belum tentu orang lain akan memberikan respons negatif seperti yang dibayangkan.
Jika terus dibiarkan, kebiasaan memendam pendapat bisa membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Dalam kegiatan perkuliahan, misalnya, mahasiswa mungkin memahami materi yang dibahas, tetapi tidak berani bertanya atau memberikan tanggapan. Begitu pula ketika mengikuti organisasi atau memasuki dunia kerja, kemampuan menyampaikan ide menjadi hal yang penting untuk membangun komunikasi dengan orang lain.
Di sinilah kemampuan public speaking perlu mulai diperhatikan. Banyak orang menganggap bahwa public speaking hanya bisa dilakukan oleh mereka yang pandai berbicara, berani tampil, dan selalu percaya diri. Padahal, kemampuan berbicara di depan umum bukan sesuatu yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Keterampilan ini bisa dipelajari melalui latihan dan pengalaman.
Belajar public speaking juga bukan berarti seseorang harus mengubah dirinya menjadi orang yang banyak bicara. Orang yang pendiam tetap bisa menjadi pembicara yang baik. Hal terpenting bukan seberapa banyak kata yang diucapkan, melainkan bagaimana menyampaikan pendapat dengan jelas dan membuat orang lain memahami maksud yang ingin disampaikan.
Untuk mulai membangun keberanian, kita tidak harus langsung berbicara di hadapan banyak orang. Langkah sederhana seperti menyampaikan pendapat saat berdiskusi dengan teman, berani bertanya ketika ada materi yang belum dipahami, atau mencoba berbicara di depan kelompok kecil bisa menjadi awal yang baik. Kita juga bisa berlatih terlebih dahulu dengan memahami materi dan mencatat hal-hal penting yang ingin disampaikan agar lebih siap ketika berbicara.
Rasa gugup mungkin tidak langsung hilang setelah satu atau dua kali mencoba. Namun, semakin sering berlatih, kita akan semakin terbiasa menghadapi situasi yang sebelumnya terasa menakutkan. Kita juga perlu memahami bahwa tidak semua ucapan harus sempurna. Salah memilih kata atau merasa gugup saat berbicara merupakan hal yang wajar. Kesalahan tersebut bisa menjadi pengalaman untuk memperbaiki cara berkomunikasi ke depannya.
Hal yang tidak kalah penting adalah berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Melihat teman yang lancar berbicara di depan kelas terkadang membuat kita merasa kurang mampu. Padahal, setiap orang memiliki proses belajar yang berbeda. Ada yang sejak awal mudah mengungkapkan pendapat, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun kepercayaan diri. Kita tidak harus memiliki cara berbicara yang sama dengan orang lain untuk bisa menyampaikan ide dengan baik.
Keberanian berbicara juga membutuhkan lingkungan yang mendukung. Ketika seseorang sedang menyampaikan pendapat, sudah seharusnya kita mendengarkan tanpa langsung meremehkan atau menertawakannya. Sikap saling menghargai dapat membuat orang merasa lebih nyaman untuk berbicara. Sebab, komunikasi yang baik bukan hanya tentang keberanian menyampaikan pikiran, tetapi juga kesediaan untuk mendengarkan pemikiran orang lain.
Pada akhirnya, tidak semua orang yang diam tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan. Terkadang, ada banyak ide yang tersimpan karena belum adanya keberanian untuk mengungkapkannya. Kita mungkin tidak bisa menghilangkan rasa takut sepenuhnya, tetapi kita bisa belajar untuk tidak terus-menerus dikendalikan olehnya.
Jangan sampai ide yang sebenarnya bisa bermanfaat justru hanya tersimpan di dalam pikiran karena takut salah atau takut dinilai orang lain. Mulailah berbicara dari hal-hal sederhana dan berikan kesempatan kepada diri sendiri untuk belajar. Kita tidak harus langsung pandai berbicara untuk mulai menyampaikan pendapat. Sebab, keberanian tidak selalu muncul sebelum kita mencoba, tetapi bisa tumbuh seiring dengan langkah-langkah kecil yang kita lakukan.
Penulis: Dewi Mutya Haq
Mahasiswa Universitas Pamulang
Dewi Mutya Haq
BREAKING NEWSInvestigasi gabungan diperluas pasca penahanan di kawasan perbatasan strategis.
KONTRATERORISME
Polisi Inggris menangkap tersangka 'penting' di dekat pangkalan udara AS, kunci perang melawan Iran.
Kepolisian Gloucestershire menyatakan insiden besar ketika tim penjinak bahan peledak Angkatan Darat memeriksa kendaraan di dekat pangkalan... (Klik untuk membaca lengkap)
Evaluasi Protokol Pengamanan Wilayah dan Perimeter Fasilitas Vital
Analisis mendalam mengenai kesiapsiagaan operasional aparat pengamanan kawasan.
Pertemuan Tingkat Tinggi Bahas Kebijakan Pengawasan Koridor
Alokasi penanganan potensi ancaman lintas wilayah mulai dirumuskan.
Geopolitik Migas: Negosiasi Koridor Pasokan Alternatif Menjelang Kuartal Baru
Kondisi jalur maritim mendorong sejumlah negara mempercepat diversifikasi rute impor energi nasional.
Audit Infrastruktur Kritis Diperketat Pasca Anomali Jaringan Radar Udara
Kementerian Pertahanan memperbarui sertifikasi proteksi data seluruh simpul kendali lalu lintas udara.
Pilihan Redaksi & Analisis
Anatomi Kerentanan Wilayah Udara: Bagaimana Pangkalan Militer Menghadapi Spionase Modern
Laporan investigasi mendalam mengulas metode pengawasan berteknologi baru, strategi perimeter, serta risiko instabilitas di kawasan transit penting.
GLOUCESTERSHIRE — Kepolisian setempat telah menahan seorang tersangka kunci di dekat pangkalan militer yang kerap dimanfaatkan bersama oleh armada Amerika Serikat dan Inggris[span_9](start_span)[span_9](end_span). Penahanan ini menyusul laporan aktivitas mencurigakan yang terdeteksi di sekitar perimeter pengamanan[span_10](start_span)[span_10](end_span).
Saksi mata melaporkan bahwa sejumlah kendaraan patroli bersenjata lengkap diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 05.00 waktu setempat, disertai penutupan jalan-jalan arteri yang mengarah ke pintu gerbang fasilitas penerbangan tersebut[span_11](start_span)[span_11](end_span).
Pangkalan udara ini diketahui memiliki peran strategis dalam rantai logistik dan operasi udara lintas kawasan di Timur Tengah[span_12](start_span)[span_12](end_span). Menanggapi perkembangan tersebut, pihak berwenang menegaskan bahwa investigasi intensif tengah dilakukan[span_13](start_span)[span_13](end_span).
Anders Hagstrom
Koresponden Pertahanan & Investigasi Petang Republik